Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Pemerintah Kembali Tawarkan Sukuk Tenor Pendek PBS009

PemerintahKembali Tawarkan Sukuk Tenor Pendek PBS009. Tenor pendek PBS009 kembali ditawarkan dalam lelang Sukuk hari ini, pasca sebelumnya bukukan minat investor hingga Rp 5,39 triliun, atau merepresentasikan hingga 41% dari total penawaran masuk lelang Sukuk awal Mei 2016 lalu. Investor minati tenor pendek dibanding tenor menengah dalam lelang tersebut, merespon ekspektasi rilis data ekonomi. Ekonomi Indonesia QI-2016 pada saat itu, diproyeksikan sebesar 5,07% YoY, atau tumbuh sama dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,04% YoY. 

Pemerintah Kembali Tawarkan Sukuk Tenor Pendek PBS009
Selain itu, investor minati PBS009 karena menawarkan yield rerata tertimbang hingga 7,40%. Selain PBS009, pemerintah juga tawarkan Sukuk tenor pendek (Surat Perbendaharaan Negara Syariah/ SPN-S) tenor 6-bulan SPN-S 04112016, PBS006, PBS011, dan PBS012. Investor berpeluang ekspektasikan yield tinggi dalam lelang kali ini, ditengah nilai tukar rupiah yang kembali terdepresiasi, diperdagangkan di atas level psikologis. Kemarin, rupiah menguat terbatas 15 poin ke level Rp 13.310 per dolar AS dibanding sehari sebelumnya. Lelang kali ini juga ditengah rilis data perdagangan (trade balance) April, yang bukukan surplus USD 667 juta. Surplus ini lebih besar dari bulan sebelumnya senilai USD 497 juta, pasca Ekspor April mencapai USD 11,45 miliar dengan impor senilai USD 10,78 miliar. 

Untuk Raih Investment Grade S&P, Pemerintah Perbaiki Kesinambungan Fiskal

Untuk Raih Investment Grade S&P, Pemerintah Perbaiki Kesinambungan Fiskal. Pemerintah akan meningkatkan realisasi belanja modal yang mencerminkan belanja produktif investasi dan fiscal sustainability karena menjadi concern S&P. Dalam kunjungannya, S&P mengapresiasi perbaikan yang dilakukan dan menegaskan akan menaikkan peringkat jika pemerintah mampu mencapai target peningkatan kualitas belanja. 

Untuk Raih Investment Grade S&P, Pemerintah Perbaiki Kesinambungan Fiskal
Terkait kualitas belanja modal, pemerintah pun optimistis bahwa realisasi belanja modal dapat digenjot menjadi sekitar 30% (Rp 60,48 triliun) dari target APBN 2016 Rp 201,6 triliun. Pada kuartal I-2016, realisasi belanja modal baru sekitar 5% (Rp 10,2 triliun) dari target tahun ini namun meningkat drastis dari periode sama 2015 yang hanya 1,4% (Rp 3,9 triliun) dari target tahun lalu. Namun, dari sisi penerimaan, belum pastinya tax amnesty berpotensi menggangu penerimaan negara yang ditargetkan Rp 1.822,5 triliun dalam APBN 2016.

Gross domestic product (GDP) Tumbuh sebesar 4,92% di Kuartal 1 tahun 2016

Gross domestic product (GDP) Tumbuh sebesar 4,92% di Kuartal 1 tahun 2016
Gross domestic product (GDP) Tumbuh sebesar 4,92% di Kuartal 1 tahun 2016 - Ekonomi Indonesia di kuartal I 2016 tumbuh 4,92% atau lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 5,04% pada Kuartal 4 tahun 2015 dan juga lebih dibawah ekspektasi pasar yang sebesar 5,07%. Secara tahunan, ekonomi indonesia tahun lalu tumbuh 4,76% Year over year (YOY), terendah selama 2009. Menurunnya pertumbuhan GDP di kuartal I ini akan meningkatkan tekanan Bank Indonesia untuk kembali menurunkan suku bunga setelah diturunkan tiga kali berturut-turut tahun ini yang sekarang berada di level 6,75%.

United Tractors Membukukan Penurunan Kinerja Operasional

United Tractors 

United Tractors (UNTR) mencatat penurunan sebesar 34,6% YoY penjualan alat berat di 1Q16 untuk 499 unit dibandingkan 1Q15 ini 763 unit. perusahaan menerima demand lebih sedikit, kecuali dari sektor konstruksi. pertambangan kontraktor yang dipesan 6,6% yoy penurunan volume overburden removal di 1Q16 dan 3,9% yoy penurunan produksi batubara di 1Q16. Its rasio pengupasan penurunan ke 6.5x Maret 2016 (vs 7.1x Maret 2015). (Perusahaan pengumuman)

Realisasi Investasi Kuartal I Tumbuh 17.6%

Realisasi Investasi Kuartal I Tumbuh 17.6%
Realisasi Investasi Kuartal I Tumbuh 17.6%. Realisasi investasi langsung baik dari asing maupun domestik pada kuartal I dilaporkan tercatat sebesar Rp146,5 triliun atau tumbuh hingga 17,6% dari kuartal sebelumnya. Pencapaian tersebut telah berhasil menciptakan 327,170 pekerjaan baru. Tahun ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi langsung sebesar Rp 595 triliun.